Mengapa Aplikasi Belajar LexiPal?

LexiPal merupakan aplikasi belajar yang didesain secara khusus untuk membantu anak yang mengalami kesulitan belajar dan disleksia. Lexipal memiliki desain menarik yang terdiri tidak hanya huruf dan angka saja melainkan juga gambar-gambar yang cocok untuk media belajar anak-anak, terutama anak-anak disleksia. Selain desain visual yang menarik, LexiPal juga memiliki fitur audio yang berfungsi untuk membantu anak mengenal bunyi huruf, fonem, dan perintah ketika menggunakan aplikasi ini.

Materi-materi yang ada pada LexiPal didesain khusus untuk memberikan latihan kepada anak mulai dari tahap dasar hingga anak mulai belajar membaca. LexiPal terdiri dari 12 (duabelas) kategori materi yang dapat dikelompokkan dalam ketiga tahapan, yaitu tahap pra membaca, tahap mengenal kemampuan sehari-hari (daily life skill), dan tahap belajar membaca permulaan. Masing-masing tahap memiliki beragam kategori yang sudah diurutkan dari kategori mudah ke kategori yang lebih sulit.

Pada tahap pra membaca, materi yang disampaikan berkaitan dengan kemampuan dasar yang harus dimiliki anak supaya dapat anak dapat melatih kemampuan membaca. Tahapan ini terdiri dari dua kategori, yaitu Kategori Bentuk dan Poladan Kategori Persamaan, Perbedaan, dan Perbandingan. Kedua kategori tersebut bertujuan untuk membantu anak mengenal bentuk, pola, dan ciri-ciri suatu obyek maupun huruf sehingga anak dapat membedakan huruf satu dengan huruf lainnya atau obyek satu dengan obyek lainnya. Contoh konten dalam kategori bentuk dan pola ini adalah:

Screenshot 2015-09-21 13.00.11

Dalam gambar tersebut anak diperintahkan untuk membentuk pola dengan mengikuti titik-titik pada pola lingkaran. Pola lingkaran merupakan pola dasar dalam penulisan sebuah huruf seperti huruf ‘b’ dan ‘d’ yang bentuknya terdiri dari pola lingkaran dan garis.

Screenshot 2015-09-21 13.01.02

Dalam gambar ini terdapat opsi untuk memilih gambar yang sesuai dengan perintah. Misalnya rumah mana yang paling tinggi?

Kategori Persamaan, Perbedaan, Perbandingan ini  berfungsi untuk melatih anak agar dapat memahami perbedaan bentuk huruf-huruf yang memiliki kemiripan. Sebagai contoh adalah huruf ‘h’ dan ‘n’. Anak yang mengalami kesulitan belajar dan disleksia seringkali keliru dalam menulis huruf ‘h’ dan ‘n’. Kedua huruf tersebut memiliki kemiripan bentuk tetapi ada perbedaan diantara keduanya, yaitu huruf ‘h’ memiliki garis tiang yang lebih tinggi daripada huruf ‘n’.

Pada tahap selanjutnya yaitu tahap mengenal kemampuan sehari-hari, berisikan materi yang menyangkut dengan keterampilan kehidupan sehari-hari, yaitu:

1.    Kategori ingatan jangka pendek yang membantu anak untuk melatih kemampuan ingatan jangka pendeknya karena anak disleksia memiliki daya ingat yang lemah. Dalam kategori ini terdiri dari beberapa permainan, misalnya permainan tebak gambar hilang, bagian gambar yang hilang, pasangan kartu, dan terdapat evaluasi ingatan jangka pendek.
2.    Kategori asosiasi obyek. Materi dalam kategori ini mengajarkan anak tentang asosiasi benda-benda yang saling berhubungan. Dalam kategori ini terdapat tiga pilihan yaitu permainan pasangan benda,  kelompok benda dan evaluasi asosiasi benda.
3.    Kategori persepsi arah yang berfungsi sebagai pembelajaran arah untuk anak seperti arah kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang, dan diantara. Hal ini membantu anak supaya lebih mudah membedakan arah secara umum.
4.    Kategori urutan aktivitas mengajarkan pada anak tentang urutan aktivitas yang benar dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat melatih kemampuan berpikir sekuensial yang sering kali anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik mengalami kesulitan.
5.    Kategori pemahaman tempat. Tujuan dari materi ini adalah supaya anak dapatmengasosiasikan obyek dan aktivitas sesuai dengan lokasi tertentu, misalnya anak diperintahkan untuk memilih gambar yang tepat yang menunjukkan benda ataupun aktivitas yang berhubungan dengan lokasi tertentu.
6.    Kategori konsep waktu yang bertujuan untuk menstimulasi anak membaca waktu dan memberikan pemahaman terhadap istilah-istilah yang berkaitan dengan waktu, misalnya kegiatan apa saja yang akan dilakukan setiap hari, latihan membaca jam, dan mengenal nama bulan.
7.    Kategori keterampilan sosial berfungsi untuk mengajarkan anak tentang  sesuatu yang dibutuhkan dalam aktivitas sosial, misalnya macam-macam ekspresi emosi seperti senang, sedih, takut, marah, terkejut dan lain-lain.
8.    Kategori Huruf yang berfungsi untuk mengenalkan bermacam-macam huruf kepada anak disleksia agar lebih mudah mengerti huruf-huruf.

Beberapa cotoh permainan dalam tahap mengenal daily life skill adalah tebak gambar hilang dalam kategori ingatan jangka pendek.

Screenshot 2015-09-21 13.02.27

Gambar diatas merupakan salah satu contoh permainan dalam kategori ingatan jangka pendek yang memerintahkan anak untuk memilih gambar apa yang tidak ada dalam kotak.

Screenshot 2015-09-21 13.04.23

Gambar diatas merupakan salah satu contoh permainan dalam kategori persepsi arah. Anak diminta untuk memilih kotak sesuai dengan perintah dari suara. Misalnya “kusing ada disebelah kanan”. Artinya anak harus memilih kotak bagian kanan dan kemudian kucing muncul dari kotak tersebut bila jawaban anak benar.

Screenshot 2015-09-21 13.06.20

Gambar diatas merupakan contoh permainan dalam kategori keterampilan sosial. Anak diberikan perintah untuk memilih ekspresi emosi yang sesuai dengan keadaan tertentu. Misalnya anak diperintahkan untuk memilih ekspresi ketika dihadapkan dengan kondisi Tini  tidak mempunyai teman bermain, teman-temannya tidak mengajaknya bermain.

Screenshot 2015-09-21 13.14.56

Gambar diatas merupakan contoh permainan edukasi dalam Kategori Huruf yang memberikan perintah kepada anak untuk menunjuk gambar yang berbunyi huruf ‘m’.

Tahap terakhir dalam LexiPal yaitu tahap belajar membaca permulaan. Tahap ini mengajarkan cara anak membaca yang terdiri dari dua kategori, yaitu Kategori Suku Kata & Kata dan Kategori Kalimat Sederhana. Kategori Suku Kata dan Kata mengajarkan berbagai pola gabungan kata yang membentuk suku kata dan kata beserta bagaimana bunyi pengucapannya, mulai dari yang paling sederhana, misalnya pola Konsonan-Vokal (KV), hingga pola kata berimbuhan me-,me-i, dan me-kan. Contoh permainan dalam kategori ini adalah:

Screenshot 2015-09-21 13.18.14

Contoh permainan dalam Kategori Suku Kata dan Kata. Anak diberikan perintah untuk memasukkan bunga kedalam pot bertuliskan ‘her’ yang sesuai dengan bunyi.

Dilihat dari segi manfaat, LexiPal berguna untuk mengajarkan anak dengan kesulitan belajar dan disleksia, memiliki kemampuan dasar hingga dapat membaca kalimat permulaan. Selain manfaat dari isi materi tersebut, LexiPal juga mempunyai keunggulan, diantarannya adalah pada setiap pertanyaan di semua kategorijawaban dari anak akan mendapatkan penilaian otomatis dalam dengan memberikan tanda berbentuk bintang dan kata pujian ‘hebat’ apabila jawaban dari pertanyaan tersebut benar. Pujian tersebut berguna sebagai reward bagi anak atas keberhasilannya dalam menjawab pertanyaan. Tetapi apabila jawaban yang dipilih salah, maka akan ada peringatan ‘coba lagi’. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan anak supaya dapat berpikir ulang atas jawabannya dan tidak menyalahkan jawaban sebelumnya agar anak tidak merasa salah dan tidak mudah putus asa dalam menjawab pertanyaan.

Isi materi yang lengkap dan desain yang sesuai untuk anak-anak membuat LexiPal sangat cocok digunakan sebagai media belajar anak dengan kesulitan belajar dan disleksia. Beragamnya isi materi LexiPal menunjukkan bahwa aplikasi ini sengaja dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar anak dari tahap dasar hingga dapat membaca. Selain itu, LexiPal dapat dimanfaatkan oleh orang tua yang mempunyai anak dengan disleksia dan dokter atau terapis untuk melakukan praktik terapi anak disleksia.

-Fremli Pradini Pertiwi-