Kepedulian terhadap Disleksia Mulai Tumbuh di Aceh

IMG_1597

Tim NextIn Indonesia mendapat kesempatan memperkenalkan aplikasi edukasi LexiPal di hadapan para peserta simposium disleksia

Disleksia mungkin belum menjadi topik yang banyak diketahui dan dipahami oleh sebagian masyarakat di Aceh. Padahal, anak-anak yang menyandang disleksia ini membutuhkan perhatian yang lebih daripada anak-anak pada normalnya. Anak dengan disleksia seharusnya mendapat akomodasi yang tepat di sekolah, tidak disamakan dengan anak-anak lain yang tidak menyandang disleksia.

Menurut WHO, 1 dari 10 anak di dunia menyandang disleksia. Angka tersebut cukup besar sehingga perhatian khusus pada anak-anak Disleksia sangatlah dibutuhkan.

Selama beberapa tahun terakhir ini, dr Muna Tanthawi beserta dengan kelompoknya giat mensosialisasikan tentang disleksia melalui berbagai cara, melalui event maupun media.

Pada tanggal 18-19 Oktober 2014, diadakan simposium dan workshop disleksia yang pertama di Banda Aceh. Hari Sabtu tanggal 18 Oktober 2014 itu akan menjadi hari yang cukup bersejarah bagi setidaknya sekelompok atau komunitas yang peduli pada anak-anak Disleksia. Pada hari itu, bersamaan dengan diadakannya simposium dan workshop disleksia, Asosiasi Disleksia Indonesia cabang Aceh diresmikan oleh Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia, dr Kristiantini Dewi, SpA. Asosiasi Disleksia cabang Aceh dibentuk untuk lebih kuat memberikan sosialiasi disleksia pada masyarakat. Peresmian tersebut disaksikan dan didukung penuh oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Sehubungan dengan digelarnya acara ini, diharapkan masyarakat luas, Aceh khususnya menjadi lebih mengetahui dan paham bagaimana harus memberikan perlakuan kepada anak dengan disleksia.

Di salah satu sesi workshop tersebut, yaitu pada sesi strategi penanganan pada anak disleksia, NextIn Indonesia mendapat kesempatan selama beberapa saat untuk mempresentasikan dan mendemokan aplikasi LexiPal yang memang didesain khusus untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dan disleksia. Melalui presentasi tersebut, diharapkan aplikasi LexiPalpun semakin dikenal oleh masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat Aceh khususnya.

IMG_1555

dr Kristiantini Dewi, Sp.A. sebagai Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia meresmikan Asosisasi Disleksia cabang Aceh yang diketuai oleh dr Muna Tanthawi

-Mega Ai-